Minimnya Kompetisi Bola, Gerakan Bacabup Gelar Turnamen Antar Pelajar

0
37

KUNINGAN,CA – Jarangnya pagelaran sepak bola di Kabupaten Kuningan berbanding terbalik dengan banyaknya tim sepak bola yang ada. Hal tersebut dapat berdampak pada perkembangan bibit atlit si kulit bundar.

Di Indonesia sendiri sepak bola sudah menjadi olahraga wajib bagi semua kalangan baik muda maupun tua, tak terkeculi di Kabupaten Kuningan. Sumber daya potensial atlit dalam bidang olahraga terbesar itu, akan amat disayangkan bila mati begitu saja tanpa adanya kompetisi mainstream.

Tercatat, dalam beberapa tahun kebelakangan rasa rindu akan adanya kompetisi di Kabupaten Kuningan begitu amat terasa apalagi bila dilihat tim kesayangan para penggila bola Kuningan yakni Pesik sudah tidak se eksis dahulu. Hal tersebut sangat disayangkan, apalagi masih banyak bibit atlit potensial yang berada di Kuningan.

Dari sekian banyak nama atlit yang pernah berkecimpung dalam persepak bolaan Kuningan, salah satu punggawa Tim Nasional Indonesia yakni Andritany pernah juga memperkuat Pesik Kuningan. Saat ini ada nama baru pituin Kuningan yang bermain dalam liga domistik Indonesia, ialah Gustaman Noor Fajar yang memeperkuat benteng terakhir Persis Solo.

Melihat hal tersebut, salah satu bakal calon Bupati Kuningan Yosa Octora Santono menyangkannya. Sebab menurutnya, ketidak adaan bibit calon atlit sepak bola bukan berasal dari minimnya sumber daya, akan tetapi karena kurangnya kompetisi.

Dalam menyikapinya, dirinya juga mengelar menggelar turnamen sepak bola tingkat SLTA se-Kabupaten Kuningan untuk mencari bibit potensial atlit sepak bola Kuningan. Turnamen itu sendiri tinggal menunggu waktu penyelenggaran, sebab sudah adanya technical meeting di Desa Ancaran pada Jumat (06/10). Rencananya, kompetisi bergengsi antar sekolah tersebut akan digelar di lapangan sepak bola Desa Ancaran Kecamatan/Kabupaten Kuningan serta diikuti oleh 16 tim dari tiap sekolah menengah atas dan sederajat se-Kabupaten Kuningan.

Dalam acara TM tersebut Yosa juga mengatakan bahwa niatan menggelar turnamen sepak itu muncul lantaran kondisi sepak bola yang telah dilihatnya dan ia juga ingin menciptakan generasi muda yang sehat dan berprestasi.

“ Kuningan merupakan lumbungnya bibit atlit. Lihat saja beberapa nama seperti Eki Febri peraih emas tolak peluru dalam Sea Games yang mewakili Indonesia yang merupakan atlit Kuningan. Hal tersebut tidak menuntut kemungkinan dalam cabor sepak bola juga ada. Semoga dengan ditambahnya gelaran turnamen tingkat SLTA ini bisa membantu memunculkan atlet sepak bola yang berprestasi,” harapnya.

Niatan Yosa pun direspon baik oleh beberapa pihak terlibat seperti KONI Kabupaten Kuningan, Komisi Wasit, Pelatih Panama FC, Askab Kuningan, Kepala Desa Ancaran, Polsek dan Koramil Kuningan, serta Pembina Panama FC.

Panitia penyelenggara diwakili oleh Mugni juga mengaku turut andil dalam gelaran sepak bola tersebut, dan Ia pun senada dengan Yosa bahwa akan berusaha untuk menciptakan bibit muda yang sehat dan berprestasi. Sementara perangkat lain pun mendukung penuh gelaran tersebut dan berharap banyak semua cita-cita yang diinginkan oleh panitia penyelenggara bisa terwujud.

Sementara itu, Kepala Desa Ancaran, Iing Thohir Ade, mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh panitia penyelenggara dan Yosa Octora Santono. Ia mengaku, gelaran turnamen sepak bola di Ancaran baru perdana dilaksanakan.“Semoga berlanjut agar semangat pemuda disini terarahkan ke hal positif dan tetap bersatu,” ujarnya. (Gg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here